Breaking

Post Top Ad


9/01/2020

Babinsa Dan Kades Gredek Ikut Serta Memasang Rumah Burung Hantu Dan Menyemprotkan Asap Belerang

Gresik, pojokpudal.com


Guna membasmi hama tikus dan mencegah warga meninggal akibat jerat tikus beraliran listrik, Pemerintah Desa (Pemdes) Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik gencar memasang rumah burung hantu di persawahan, dan menyemprotkan asap belerang mengunakan emposan serta semprong di lubang tikus. Seperti yang terlihat pada Senin (31/8/2020) sore.


Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar, bersama Babinsa Koramil 0817/11 Duduksampeyan Serda Hidayatullah, Tim Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Duduksampeyan Darnimawati, para petani dan pemuda Gredek.


Mereka bahu-membahu membangun rumah burung hantu atau rubuha. Memasang tiang besi di lahan persawahan. Masing-masing rubuhan diberi jarak 500 meter. Total ada 25 rubuha yang dipasang.


Kades Gredek M. Bahrul Ghopar mengatakan, usai memasang rubuha, dilanjutkan gotong royong menyemprot lubang tikus dengan alat semprong dan emposan.


"Ini bagian dari usaha kami agar tanaman padi dan semangka tidak rusak atau mati akibat serangan hama tikus," katanya.


Ghopar menjelaskan, semprong sendiri merupakan alat semprotan api yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram.


Cara kerjanya gas elpiji yang dialirkan melalui pipa dinyalakan apinya kemudian serbuk belerang dimasukan lubang tikus dan dibakar.


Sedangkan emposan merupakan alat berbentuk knalpot sepeda motor yang didalamnya diisi serbuk belerang dan rumput kering. Kemudian dibakar dan asapnya dimasukan lubang tikus.


"Kami memilih mengunakan alat-alat alami supaya ketergantungan petani terhadap jerat listrik berkurang. Bahkan, kalau bisa ditinggalkan," tuturnya.


Lebih lanjut, Ghopar bercerita, upaya membasmi hama tikus dengan burung hantu gencar dijalankan, lantaran tidak ingin kembali warganya yang meninggal dunia akibat terkena jebakan tikus beraliran listrik di sawah.


"Sejak 2005 sudah ada 9 warga Gredek yang meninggal, dua akibat terkena jebakan tikus beraliran listrik. Salah satunya adalah bibi saya sendiri," ungkapnya.


Sebelumnya, hama tikus menyerang tanaman padi dan semangka milik petani. 1 hektar lahan persawahan bisa mampu menghasilkan 15 sampek 16 ton padi. Namun kini hanya 10 ton. "Berkurangnya hampir 5 ton. Dampak hama tikus sangat luar biasa merugikan petani," keluhnya.


Sementara, Darnimawati, Penyuluh Pertanian Lapang, Kecamatan Duduksampeyan wilayah desa Gredek, Sumari, Tirem Ambeng-ambeng dan Watangrejo menjelaskan sekarang tikus sudah menjadi endemik. Untuk itu, pemasangan rubuha ini sangat penting.


"Adanya rubuha ini saya harap bisa menghentikan pengunakan setrum listrik yang membahayakan jiwa," jelasnya.


"1 burung hantu tiyto alba dewasa dapat memakan 3-4 ekor tikus dan bisa membunuh 20 ekor tikus dalam sehari. Sehingga sangat efektif dalam menangulangi hama tikus," imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

your ads