Breaking

Post Top Ad


6/28/2021

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Kesengsem Kain Tenun Wedani

Gresik, pojokpudak.com


Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengunjungi Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. 


Mendes Halim mengaku tertarik datang ke Wedani lantaran mendengar kerajinan tenun yang dihasilkan desa tersebut menembus pasar ekspor.


"Seiring dengan SDGs Desa yang tujuannya mewujudkan kemandirian desa, Wedani ini sudah menuju kesana," ujarnya dalam kesempatan dialog terbatas bertema sinergi industri dan potensi lokal desa yang digelar DPRD Kabupaten Gresik, Sabtu (26/06/2021).


Abdul Halim yang akrab disapa Gus Menteri ini menekankan, kemandirian desa bertujuan menghilangkan kemiskinan akut berangkat dari desa.


"Mengapa demikian? Karena deteksi kemiskinan di desa mudah. Sehingga pengentasan kemiskinan bisa tepat sasaran," paparnya.


Dalam kesempatan tersebut Gus Menteri menginginkan keberhasilan desa Wedani menjadi desa devisa dengan ekspor kain tenun tradisionalnya bisa menjadi role model nasional bagi desa lain, sehingga bisa mendiversifikasi ekonomi desa.


"Jadi tidak semua bikin desa wisata, namun bisa lebih variatif dengan produk unggulan seperti kain tenun wedani ini," urainya.


Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut mendampingi Mendes PDTT menyebut bila UMKM Desa bisa dikembangkan dan berorientasi ekspor.


"Kebetulan kami (Pemprov Jatim) sedang mencari produk unggulan, nah ketemu jodohnya disini (kain tenun wedani)," tutur Emil.


Produk UMKM padat karya seperti kain tenun wedani ini, lanjut Emil, bisa menjadi subtitusi produk serupa yang diproduksi dalam skala industri. 


"Apabila segmentasinya jelas, dan kualitasnya bagus didukung branding saya kira bisa menjadi produk yang bersaing," kata Emil.


Sementara itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bila kini pihaknya sangat fokus untuk mengembangkan ekonomi mikro berbasis desa dengan UMKM. Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini membeberkan potensi UMKM dan produk unggulan Kabupaten Gresik sangat berlimpah.


"Nah selain tenun wedani yang sudah menembus ekspor, ada potensi dibidang perikanan bandeng dengan nilai perputaran uang satu triun lebih dalam setahun. Ini tentu menolong ekonomi masyarakat yang terpukul di masa pandemi ini," beber Gus Yani.


Dalam kebijakannya, sektor UMKM, lanjut Gus Yani, akan dikuatkan dengan berbagai regulasi yang memudahkan.


"Bersama DPRD Gresik kami punya komitmen mempermudah proses perizinan, membuka akses permodalan dan pasar," tandas Gus Yani.


Senada dengan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyampaikan bila tujuan adanya acara tersebut guna mendorong peningkatan level ekonomi kecil baik UMKM maupun IKM untuk tumbuh dan berkembang.


"Kebetulan Desa wedani punya produk unggulan berbasis koperasi yang sudah berhasil ekspor, maka kita tinggal mengembangkannya," kata Qodir.


Dalam kerja legislatif sendiri, Qodir menyebut upaya menumbuhkan UMKM di desa dituangkan dalam produk legislasi bersama eksekutif untuk mengupgrade level UMKM.


"Kita punya regulasi yang memungkinkan masyarakat memulai usaha dengan bantuan modal yang bukan pinjaman. Baru setelah berkembang dan mau melakukan ekspansi kami fasilitasi dengan kredit lunak dengan bunga ringan," urainya.


Untuk itu, lanjut Qodir, dibutuhkan sinergi dengan dunia industri khususnya di kabupaten Gresik dan potensi lokal desa, sehingga diharapkan industri menyerap hasil desa baik berupa bahan baku, setengah jadi maupun yang sudah menjadi produk.


"Pada gilirannya ekonomi desa terkoneksi dengan ekosistem industri. Sehingga UMKM pun bisa turut naik level menjadi skala industri," tandas Qodir. (Dyo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

your ads